header-int

BELAJAR PEMBERDAYAAN SANTRI DAN MASYARAKAT, MAHASISWA PMI KUNJUNGI JEMBER COFFEE CENTER (JCC)

Minggu, 20 Mar 2022, 08:58:38 WIB - 124 View
Share
BELAJAR PEMBERDAYAAN SANTRI DAN MASYARAKAT, MAHASISWA PMI KUNJUNGI JEMBER COFFEE CENTER (JCC)

Pondok Pesantren Al-Hasan berada di Desa Kemiri, Kec. Panti, Kab. Jember. Pondok pesantren ini menjadi beda dibandingkan pondok lain, dikarenakan selain di dalamnya terdapat lembaga pendidikan mulai dari RA hingga SMA, pondok ini juga memiliki tempat pengelolaan kopi yang dikenal dengan Jember Coffee Center (JCC). Ide menarik pondok pesantren disandingkan dengan pengelolaan kopi ini digagas oleh pengasuh Pondok Pesantren Al-Hasan 1 yaitu KH. Misbachul Khoiri Ali atau sering dipanggil Gus Misbah. Berada di lereng Pugunungan Argopuro dengan potensi tanaman kopi yang begitu luas, menjadikan JCC sebagai pusat pengelolaan dan tempat penjualan kopi masyarakat sekita Desa Kemiri. Bahkan petani dari daerah lain baik di dalam atau luar Jember juga menjual kopinya ke JCC. Tidak heran berdasarkan keterangan dari Farhan (Santri Al-Ahasan yang memiliki sertifikat barista), kopi dari JCC pernah di ekspor ke beberapa negara, seperti: Singapura, Malaysia, Taiwan, Hongkong, dan Italia.

Melihat potensi kopi dan aktivitas santri yang dapat mengelola kopi dengan teknologi dan memiliki sertifikasi barista, membuat mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) UIN KHAS Jember tertarik untuk belajar secara langsung di Jember Coffee Center (JCC). Studi Lapangan ini dilakukan oleh mahasiswa semester 6 yang memilih Konsentrasi Teknologi Pemberdayaan Masyarakat (TPM) dan dilakukan pada hari Sabtu, 19 Maret 2022. Adaptasi pengelolaan kopi dengan proses teknologi yang canggih meniscayakan pola dan strategi untuk mengembangkan kopi lebih luas lagi. Sentuhan kreasi santri milenial dipadupadankan oleh kemampuan barista, membuat kegiatan ini bernilai unik. Pasalnya dunia santri umumnya hanya diberi pembelajaran keagamaan, namun lewat sentuhan jiwa enterprenuership Gus Misbach, santri juga bisa mengelola potensi kopi yang berasal dari daerah sekitar Desa Kemiri. Beberapa santri Al-Hasan bahkan memiliki sertifikasi barista. Fauzi dan Farhan salah satu contoh santri yang memiliki sertifikat barista. Fauzi menyampaikan bahwa ”JCC yang ada di Ponpes Al-Hasan mampu menggerakkan roda perekonomian warga sekitar melalui kopi”. Tidak hanya itu, ”keluhan tengkulak kopi yang sering mempermainkan harga saat panen kopi dapat ditekan dengan adanya JCC ini”, Sahut Farhan. Acara studi lapangan yang dilakukan mahasiswa PMI tambah menarik ketika Gus Misbach juga hadir untuk bercerita tentang perjuangan dan sejarah berdirinya JCC. ”Bangkit dan berjuang pasca banjir bandang Panti tahun 2006 dan mampu memakmurkan pondok kembali serta mendirikan JCC merupakan perjuangan yang tidak mudah” ungkap Gus Misbah saat bercerita santai di depan mahasiswa PMI UIN KHAS Jember. Setelah mendengarkan cerita dari pengasuh Ponpes Al-Hasan, mahasiswa PMI ikut praktik bersama santri untuk mengelola kopi mulai dari proses roaster hingga proses penyajian dan meracik kopi untuk berlatih menjadi barista. “Pengalaman dan praktik bersama santri yang sangat luar biasa, sungguh ini merupakan hal baru dan menarik bagi saya” ungkap Bella saat berlatih meracik kopi. Semoga masyarakat Indonesia dapat berdaya melalui pengelolaan produk unggulan daerah, sehingga roda perekonomian dan kesejahteraan masyarakat lokal dapat terangkat. (Tim Prodi PMI)

Unidha Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember.
Sebagai Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri terkemuka di wilayah tapalkuda, IAIN Jember terus berbenah untuk menjadi Universitas Islam Negeri pertama di wilayah tapalkuda. Berbagai sarana dan prasana pendidikan , Mahad dan Gedung Dosen yang megah telah telah di resmikan oleh Menteri Agama RI di awal tahun 2017
© 2022 INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER Follow INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER : Facebook Twitter Linked Youtube