pmi@iain-jember.ac.id 081336890790

LAGI, DOSEN PRODI PMI PRESENTASI DI FORUM KONFERENSI INTERNASIONAL

Home >Berita >LAGI, DOSEN PRODI PMI PRESENTASI DI FORUM KONFERENSI INTERNASIONAL
Diposting : Minggu, 03 Jul 2022, 06:59:01 | Dilihat : 527 kali
LAGI, DOSEN PRODI PMI PRESENTASI DI FORUM KONFERENSI INTERNASIONAL


Salah satu dosen Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Fakultas Dakwah, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember, Achmad Faesol, M.Si, turut berpartisipasi dalam forum ilmiah internasional bergengsi The 6th Esoterik Annual International Conference (EAIC) yang diselenggarakan pada awal Juli 2022. 

Konferensi internasional ini diselenggarakan oleh Fakultas Ushuludin Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus. 
Dalam konferensi yang menghadirkan para akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara ini, Faesol mempresentasikan makalah ilmiahnya yang berjudul "Media Sosial dan Sufisme; Potret Religious Style Generasi Milenial."

Konferensi yang memasuki tahun keenam penyelenggaraannya ini dikenal sebagai ajang pertukaran gagasan progresif seputar isu-isu sosial, budaya, dan keagamaan dalam konteks kekinian. Keikutsertaannya menjadi bukti nyata kiprah dosen Prodi PMI dalam forum akademik internasional serta kontribusinya dalam diskursus keilmuan yang menjembatani agama dan media baru.

Dalam pemaparannya, Faesol menjelaskan bagaimana praktik keberagamaan sufistik mengalami transformasi bentuk dalam lanskap media sosial. Ia menyoroti bahwa generasi milenial, yang tumbuh dalam ekosistem digital, kini cenderung mengadopsi gaya keberagamaan yang bersifat personal, estetis, dan adaptif terhadap budaya visual internet. "Fenomena ini menunjukkan bahwa sufisme tidak lagi semata-mata berakar pada praktik ritual yang eksklusif, tetapi telah menjelma menjadi gaya hidup spiritual yang komunikatif, cair, dan menjangkau lintas batas," ungkap Faesol dalam sesi presentasi.

Riset yang dipresentasikan Faesol ini merupakan hasil dari observasi dan analisis terhadap konten-konten sufistik yang beredar di berbagai platform media sosial, seperti Instagram, YouTube, dan TikTok. Ia menekankan bahwa sufisme dalam ruang virtual bukanlah bentuk dekadensi spiritualitas, melainkan representasi dari upaya milenial dalam mencari makna, ketenangan, dan identitas religius di tengah dunia yang serba cepat dan pragmatis.

Lebih lanjut, Faesol menyampaikan bahwa fenomena ini perlu dilihat sebagai peluang dakwah kreatif yang memadukan kedalaman spiritual dengan kemasan media yang komunikatif. "Ini bukan hanya tantangan bagi kalangan pesantren dan tarekat, tetapi juga peluang besar bagi para pendakwah dan akademisi untuk menyesuaikan pendekatan mereka dalam merespon kebutuhan spiritual generasi digital," tambahnya.

Keikutsertaan Faesol dalam The 6th EAIC mendapat apresiasi dari pihak Fakultas Dakwah. Ketua Prodi PMI menyatakan kebanggaannya atas kontribusi aktif dosennya dalam forum ilmiah internasional. “Ini menjadi bagian dari komitmen Prodi PMI dalam mendorong dosen untuk terus aktif dalam penelitian dan publikasi ilmiah, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Melalui forum ini, Faesol berharap risetnya dapat memperkaya pemahaman tentang dinamika keberagamaan generasi muda dan mendorong terciptanya strategi dakwah yang lebih relevan dengan perkembangan zaman. “Sufisme dan media sosial bukan dua kutub yang bertentangan. Keduanya bisa bersinergi untuk menjawab krisis spiritualitas era modern,” pungkasnya.

Berita Terbaru

REMAS AL ISTIQOMAH DAN MAHASISWA PMI MEMBAGIKAN SERIBU TAKJIL
17 Mar 2025By oprpmi
"PMI Goes to School" di Bulan Penuh Berkah
17 Mar 2025By oprpmi
EMPAT MAHASISWA PMI BERHASIL MELALUI UJIAN SKRIPSI
11 Dec 2024By oprpmi

Agenda

Informasi Terbaru

Belum ada Informasi Terbaru

Lowongan

;