PMI GOES TO SCHOOL; MENJEMPUT BOLA DENGAN MENGUNJUNGI 11 SEKOLAH DI JEMBER
PMI Goes to School merupakan agenda rutin program studi Pengembangan Masyarakat Islam. Sebagai bagian dari strategi aktif “menjemput bola”, HMPS PMI UIN KHAS Jember tahun ini melaksanakan program sosialisasi dan promosi prodi PMI dengan mengunjungi sebanyak 11 sekolah di wilayah Jember. Program yang diberi nama “PMI Goes to School” ini dirancang untuk memperkenalkan dunia kampus, Prodi PMI serta potensi karier lulusan PMI kepada siswa-siswi tingkat menengah — sehingga calon mahasiswa potensial bisa mendapatkan informasi langsung sebelum menentukan pilihan perguruan tinggi.
Pelaksanaan kunjungan dan sosialisasi pada tahun ini dilakukan sejak bulan oktober - nopember 2025 dengan melibatkan tim dari mahasiswa PMI yang dibimbing oleh HMPS PMI. Dalam setiap kunjungan, rombongan menyampaikan paparan mengenai visi, misi, dan profil prodi. Salah satu aspek penting yang disampaikan dalam sosialisasi adalah prospek lulusan PMI. Tahun ini Prodi PMI mengunjungi SMA Al Firdausi Panti, SMA Al-Misri Rambipuji, SMK Bahrul Ulum Kejayan, SMAN Umbulsari, SMA Bima Ambulu, SMAN Ambulu, SMA Ma'arif Kencong, SMK Nurul Islam Sempolan, SMAN Kalisat, SMA Al-Azhar Ledokombo dan MA Raudhatul Ulum Ledokombo.
Tidak hanya teori dan penjelasan akademis, kegiatan “PMI Goes to School” juga menyajikan pengalaman belaja di bangku kuliah, diskusi, permainan bahkan melakukan simulasi ringan terkait aspek sosial dan dakwah. Hal ini bertujuan memberikan gambaran konkret tentang bagaimana mahasiswa PMI belajar dan berkembang — bukan hanya di ruang kuliah, tetapi juga melalui keterlibatan lapangan dan pengabdian masyarakat. HMPS PMI berharap pengalaman seperti ini membangkitkan minat siswa untuk memilih PMI sebagai jalur pendidikan tinggi yang relevan dan transformatif.
Menurut ketua HMPS PMI, program ini bukan sekadar “mengundang siswa ke kampus”, tetapi lebih pada “turun ke lapangan”: mendatangi sekolah-sekolah, bertatap muka langsung, dan memberikan informasi yang jujur serta terbuka tentang kehidupan kampus, kurikulum, dan peluang karier. Pendekatan seperti ini dianggap efektif, terutama bagi siswa dari sekolah menengah di Jember yang mungkin belum pernah mengeksplorasi prodi di perguruan tinggi Islam secara mendalam.
Dampak dari kunjungan ini mulai terlihat — beberapa sekolah menunjukkan antusiasme tinggi, dengan banyak siswa yang bertanya seputar syarat masuk, beasiswa, dan kurikulum. Selain itu, beberapa guru dan kepala sekolah juga mengapresiasi upaya “membuka wawasan alternatif” bagi siswanya, sehingga tidak terpaku pada jurusan populer saja.
Dengan total 11 sekolah yang dikunjungi, HMPS PMI berharap output dari program ini bukan hanya kuantitas pendaftar baru, tetapi juga kualitas — yaitu calon mahasiswa yang betul-betul memahami semangat pemberdayaan sosial, soft-skill dakwah, dan tanggung jawab sosial sebagai bagian dari identitas PMI.
Program “PMI Goes to School” ini menjadi bukti nyata bahwa kampus dan mahasiswa tidak sekadar menunggu pendaftar, tetapi aktif menjangkau generasi muda — terutama di tingkat menengah — untuk memberikan kesempatan dan informasi. Jika dikelola dengan konsisten dan berkelanjutan, strategi ini berpotensi meningkatkan daya tarik prodi PMI, memperluas akses mahasiswa, dan menumbuhkan generasi muda peduli sosial di Jember.
Secara keseluruhan, upaya “menjemput bola” melalui promosi dan sosialisasi ke sekolah-sekolah ini menunjukkan bahwa HMPS PMI UIN KHAS Jember serius membangun jembatan antara dunia sekolah dan kampus — mempersiapkan masa depan mahasiswa sekaligus membuka peluang kontribusi sosial nyata.




