header-int

SERUNYA STUDI LAPANGAN MAHASISWA PMI, MULAI NAIK ANGKOT TRADISIONAL HINGGA BELAJAR PEMBERDAYAAN UMKM

Selasa, 16 Nov 2021, 08:32:53 WIB - 191 View
Share
SERUNYA STUDI LAPANGAN MAHASISWA PMI, MULAI NAIK ANGKOT TRADISIONAL HINGGA BELAJAR PEMBERDAYAAN UMKM

Salah satu peran penting mahasiswa adalah menjadi agent of change atau agen perubahan. Maksudnya, mahasiswa sebagai mahluk akademis memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi terhadap masyarakat terutama pada aspek kesejahteraannya. Kontribusi tersebut merupakan sebuah empati mahasiswa kepada masyarakat agar dapat berdaya paling tidak pada kehidupan sehari-harinya. Memegang prinsip ini, mahasiswa Program Studi (prodi) Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) gelar kegiatan yang diberi nama GPS atau Gerakan Pendampingan Sosial.

GPS ini merupakan agenda lanjutan dari webinar yang telah dilakukan sebelumnya pada Kamis malam lalu (11/11/21). Agenda lanjutan ini adalah berupa Tur Wisata Skyland Tamansari di hari Sabtu (13/11/21) mulai jam 07.00-15.00 WIB. Mengusung tema besar “Sinergi Transportasi Lin Kuning, UMKM, dan Desa Wisata untuk Jember Bangkit”, mahasiswa PMI menggandeng pihak HMPS PMI dan Gerakan Angkutan Wisata Jember untuk mesukseskan acara ini.

Peserta tur adalah mahasiswa PMI angkatan 2019 atau yang saat ini sudah duduk di semester 5. Gerakan Angkutan Wisata Jember ini dipilih sebab dengan mengikuti tur, maka secara tidak langsung kita telah berkontribusi dalam upaya pemberdayaan lin kuning yang mulai tersisihkan eksistensiya di Kabupaten Jember. Seperti yang telah dijelaskan dalam berita sebelumnya, Angkutan Wisata Jember ini adalah bentuk perhatian terhadap para supir lin kuning yang kehilangan penumpangnya karena perubahan zaman.

Didampingi Bapak Nasobi dan Bapak Kodie Wiyanto, perwakilan Angkutan Wisata Jember, mahasiswa mengendarai lin kuning untuk bertamasya sekaligus belajar ke beberapa lokasi yang telah ditentukan. Beberapa destinasi yang dikunjungi adalah Kampung Industri Genteng Tamansari, Pondok Pesantren Kreatif Manarul Huda Ajung, Kebun Belimbing Gayasan, dan Industri Tahu Bulat di Desa Klompangan, Kecamatan Ajung. Perjalanan dengan lin kuning terkesan meriah dan ramai dengan canda tawa khas mahasiswa. Maklum, kesempatan ini merupakan momen kebersamaan mereka setelah sekian lama dipisahkan kuliah daring.

Sekitar 30 menit perjalanan dari kampus, rombongan tiba di destinasi pertama yakni Kampung Industri Genteng Desa Tamansari, Kecamatan Wuluhan. Keluar dari lin, mahasiswa telah disambut oleh seorang pemuda lokal bernama Mbak Heni. Mbak Heni bertugas sebagai tour guide yang mengarahkan, menjelaskan, serta menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh mahasiswa khususnya di bidang industri genteng. Salah satu informasi yang paling penting dicatat dari kunjungan ini adalah bahwasannya industri genteng belum mampu memberikan kesejahteraan terhadap masyarakat sekitar. Pasalnya, belum ada sinergitas antara masing-masing pengusaha untuk memberdayakan perekonomian masyarakat sekitar. Mbak Heni juga mengatakan, industri genteng ini belum mendapatkan perhatian apapun dari pemerintah. Akibatnya, kesejahteraan masyarakat pengrajin genteng masih dipertanyakan hingga kini.

Perjalanan dilanjutkan ke Pondok Pesantren Kreatif Manarul Huda Ajung. Pak Kodie memandu kami menjelajahi beberapa sudut pondok yang menarik untuk dilihat. Para santri yang notabene merupakan santri salaf ternyata juga diberdayakan oleh pesasntren untuk memperoleh keterampilan yang cocok dengan bakat dan minat mereka. Pesantren ini tidak memungut biaya apapun kepada santrinya sedangkan keberlangsugan pesantren diperoleh dari proses wirausaha yang dilakukan oleh para santri tersebut. Pesantren ini menyediakan wadah bagi para santri untuk berkreasi, seperti kerajinan tangan, meubeler, budidaya ikan, dan lain sebagainya. Usai jelajah pesantren, kami tidak diperbolehkan untuk langsung pulang. Kyai masih menyambut kami sebagai tamu dengan kudapan desa yang lezat dan petuah-petuahnya yang bijaksana.

Setelah asik berbincang dengan kyai, kami melanjutkan perjalanan ke kebun belimbing milik Bapak Syaifuddin. Kami diajarkan berbagai hal di sini. Mulai dari menanam belimbing yang benar, proses munculnya buah, sampai cara berusaha yang baik. Bapak syaifuddin dapat dibilang adalah seorang pengusaha kebun yang cukup sukses. Ia memiliki beberapa kebun buah-buahan yang telah menjadi pemasok utama di beberapa kota/kabupaten bahkan di luar jawa. Kebun yang kami kunjungi kemarin berada di daerah Gayasan. Meskipun hanya seluas setengah hektare, kebun tersebut mampu menghasilkan sampai lebih dari 10 ton setiap kali panen raya. Hasil panen yang cukup fantastis ini dihasilkan sebab proses pembuahan belimbing yang dilakukan dengan baik dan benar.

Destinasi berakhir di Industri Tahu Bulat di Desa Klompangan, Kecamatan Ajung, milik H. Narto. Konon, H. Narto ini adalah pemasok utama tahu bulat se-Kabupaten Jember. Ia merupakan pencetus bisnis tahu bulat pertama di Kabupaten Jember. Penjual tahu bulat keliling yang biasa kita temui sekarang adalah para pedagang yang bermitra dengan beliau. Usut demi usut, H. Narto ini sebenarnya hanya mewarisi bisnis salah satu temannya yang ditinggalkan begitu saja. Ia lantas meminta izin kepada koleganya tersebut untuk meneruskan bisnis yang telah ia buat, dan temannya pun menyetujuinya. Akhirnya, jadilah ia penjual tahu bulat pertama di Jember.

Banyak sekali ilmu dan hal baru yang ditemukan mahasiswa selama tur berlangsung. Tidak hanya mempelajari teori saja di kelas, mahasiswa PMI pada kegiatan ini juga diajak secara langsung mengamati proses pemberdayaan yang telah ada di masyarakat. Bagaimana mahasiswa dibiasakan untuk memiliki rasa empati terhadap masyarakat yang kurang berdaya sehingga nantinya dapat turut aktif terlibat dalam partisipasi pemberdayaan masyarakat di wilayah masing-masing. Sekitar pukul dua sore, rangkaian acara akhirnya ditutup dengan menyantap bekal bersama. Rombongan dipulangkan ke kampus setelah ramah tamah dengan seluruh pihak yang hadir di destinasi terakhir. (Networking 2019, AWRWZ)

Unidha Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember.
Sebagai Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri terkemuka di wilayah tapalkuda, IAIN Jember terus berbenah untuk menjadi Universitas Islam Negeri pertama di wilayah tapalkuda. Berbagai sarana dan prasana pendidikan , Mahad dan Gedung Dosen yang megah telah telah di resmikan oleh Menteri Agama RI di awal tahun 2017
© 2022 INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER Follow INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER : Facebook Twitter Linked Youtube