pmi@iain-jember.ac.id 081336890790

MAHASISWA PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM BELAJAR PENANGGULANGAN BENCANA DI DESTANA

Home >Berita >MAHASISWA PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM BELAJAR PENANGGULANGAN BENCANA DI DESTANA
Diposting : Rabu, 05 Apr 2023, 00:09:52 | Dilihat : 118 kali
MAHASISWA PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM BELAJAR PENANGGULANGAN BENCANA DI DESTANA


Bertempat di Kantor Desa Suci, mahasiswa Prodi Pengembangan Masyarakat Islam UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember melakukan berbagi pengalaman dan menimba ilmu kebencanaan kepada pemuda-pemuda yang aktif dalam organisasi Desa Tangguh Bencana (DESTANA). Acara tersebut dilakukan pada hari Selasa, 04 Maret 2023 dan dihadiri oleh mahasiswa dan dosen prodi PMI serta anggota DESTANA Suci, Jember. Pengalaman berharga diperoleh oleh mahasiswa PMI yang sedang belajar Mitigasi Bencana kepada praktisi langsung di lapangan. Mahasiswa belajar tentang pengalaman DESTANA Suci menangani bencana Banjir, banjir bandang, dan longsor yang sering mengancam wilayah Desa Suci di Kecamatan Panti, Jember.

Acara berbagi cerita dan pengalaman kebencanaan ini berlangsung sangat menarik, ketika Bapak Agustinus (sering dipanggil Pak Yus) menyampaikan pengalaman-pengalaman menengangkan saat menangani kebencanaan di Desa Suci. ”Ciri-ciri akan terjadi bencana harus dipahami secara menyeluruh, dan tantangannya ketika terjadi bencana harus mampu menghimbau masyarakat menjauh dari lokasi sumber bencana, kita malah mendekati lokasi bencana” ucap Bapak Yus ketika bercerita pengalamannya di depan mahasiswa PMI UIN KHAS Jember. Beberapa mahasiswa penasaran dengan langkah-langkah penanganan bencana yang dilakukan di Desa Suci. “Upaya antisipasi penanggulangan bencana yang dilakukan pada sebelum, saat dan setelah bencana bagaimana Pak Yus?” tanya Silvi mahasiswa PMI Angkatan 2020. Berdasarkan informasi yang didapatkan dari Pak Yus (devisi informasi dan data), upaya penanggulangan bencana dilakukan dengan melibatkan semua pihak. Pada saat sebelum terjadi bencana kegiatannya memasang rambu dan melakukan sosialisasi serta antisipasi dilakukan dengan saling berkoordinasi dan memperhatikan Early Warning System (EWS) yang telah dipasang di beberapa titik. Pelatihan dan sosialisasi kebencanaan juga sangat dibutuhkan dalm hal ini, supaya lebih menyadarkan masyarakat akan bahaya bencana. Data dan informasi yang akurat harus menjadi prioritas penting dalam penanganan kebencanaan. Tanpa data dan informasi valid, masyarakat hanya akan dibuat resah akan berita hoax. Pihak DESTANA juga menawarkan program kerjasama dan menginformasikan bahwa memang sangat membutuhkan bantuan relawan kebencanaan. Sehingga tawaran untuk melakukan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) maupun lokasi KKN sangat terbuka lebar untuk diterima. Belajar bersama DESTANA ini juga menjadi titik awal mahasiswa ikut andil dalam penanganan kebencanaan di seluruh Indonesia. Kegiatan sharing pengalaman kebencanaan ini juga berharap pada taraf perguruan tinggi terbentuk komunitas Mahasiswa Tanggap Bencana (MAGANA). Pak Yus menutup forum sharing dengan berpesan kepada mahasiswa Pengembangan Masyarakat Islam agar selalu berbuat jujur dimanapun berada, apalagi ketika menjadi relawan kebencanaan. Menjadi relawan kebencanaan harus totalitas dan dan acuh ketika masyarakat mencemooh dengan sebutan wong edan. Ketika kamu dicemooh seperti itu, maka kalian harus memberikan bukti dan jiwa tanggung jawab bahwa kegilaan yang kalian lakukan untuk kebaikan masyarakat bersama, terutama dalam hal penaggulangan bencana. (OPR_PMI_NNS)

Berita Terbaru

MAHASISWA PMI IKUT AKSI PENANAMAN 1000 POHON DI DESA SUCI
30 Dec 2023By oprpmi
WEBINAR: MENYIAPKAN PENGGERAK PEMBANGUNAN PEDESAAN YANG PROFESIONAL
30 Dec 2023By oprpmi
KULIAH TAMU: PENGUATAN KAPASISTAS MAHASISWA PMI DALAM PROSES PENYULUHAN SOSIAL
30 Dec 2023By oprpmi

Agenda

Informasi Terbaru

Belum ada Informasi Terbaru

Lowongan

;